A guy-girl friendship?

Do I think a guy-girl friendship can actually work out?
Well, in my opinion, it's definitely a yes.


Poster film Love, Rosie (www.imdb.com)

Beberapa hari yang lalu, saya sempat menonton sebuah film berjudul Love, Rosie yang rilis pada tahun 2014 yang lalu. Secara singkat, plot-nya menceritakan tentang sepasang sahabat yang sudah bersahabat sejak kecil dan di akhir cerita mereka menyadari bahwa mereka sebenarnya saling mencintai. So, if that happen to them, how can this kind of relationship work? Saya pribadi masih percaya bahwa hubungan seperti ini bisa saja berhasil dan bertahan sebagai hubungan persahabatan dalam jangka waktu yang sangat lama.

Tapi, dalam prakteknya, ada beberapa hal yang mungkin memang harus dipahami bersama.

1. Make things clear
(www.throughtheheart.org)

Menurut saya penting untuk menjaga komunikasi dan kejujuran satu sama lain. Untuk mencegah kebaperan dan hal-hal yang tidak diinginkan, at some point perlu dibicarakan tentang status kalian, karena kalau emang kalian berdua tahu kalian sama-sama nyaman sebagai sahabat, it's a good start dan seharusnya semuanya bisa berjalan dengan lebih nyaman dan menyenangkan.

2. Jangan PHP
(www.shutterstock.com)

Baik dari sisi cewe atau cowo, pastikan kalian bersikap sebagai sahabat dan jangan lebih. Jaga perasaan satu sama lain tentunya sangat penting, terutama untuk mencegah adanya benih-benih baper atau tuduhan PHP. Mungkin salah satu yang perlu dihindari seperti good night atau good morning text yang berlebihan.

3. Kalau baper?
(www.pinterest.com)

Kalaupun akhirnya ada yang merasa baper dan perasaan sayang ke sahabat itu berubah, di sini komunikasi lagi-lagi jadi hal yang sangat penting. Intinya, saling jujur aja ya sama apa yang kalian rasain.

Sahabatan sama lawan jenis memang susah-susah gampang, tapi menurut saya secara pribadi, ada beberapa keuntungan bersahabat dengan lawan jenis, salah satunya perbedaan pandangan karena berbeda gender bisa memberi kita pandangan baru atau pandangan lain dalam menyikapi sesuatu. Mungkin karena ini banyak orang merasa lebih nyaman bercerita atau curhat kepada teman lawan jenis. Selain itu, ketika kita butuh pendapat atau harus cari kado untuk pasangan, teman lawan jenis seharusnya bisa memberikan lebih banyak insight dan bahkan membantu mencari kado. Menyenangkan bukan? Karena beberapa alasan tersebut dan tentunya beberapa alasan lain, menurut saya, perlu loh setiap orang memiliki teman atau sahabat lawan jenis. But, it also depends on one's preference or personality ya. :)

Comments

Popular posts from this blog

Berharap

What makes a relationship works? (1)

I'm sorry I love you