Berharap

Aku tidak tahu persis bagaimana aku bisa menjelaskan apa yang terjadi. Kita sudah berteman cukup lama, tapi suatu saat tiba-tiba semuanya berubah. Koneksi itu tiba-tiba terasa, dan kita jadi semakin dekat, jauh lebih dekat dari sebelumnya. Tapi, satu hal yang kita tahu pasti, kedekatan ini tidak bisa dibawa ke mana-mana. Kamu sudah bersama seseorang.

Memang, berkat jarak, kedekatan itu semakin berkurang. Komunikasi merenggang, tidak ada lagi pesan-pesan yang dulu muncul beberapa menit sekali. Aku tidak sedih, apalagi kecewa. Jujur aku senang dengan keadaan ini, karena ini artinya kita sama-sama mulai melepaskan. Tapi, aku juga tidak bisa membohongi diriku sendiri. Aku masih tersenyum ketika melihat namamu muncul di notifikasi. Aku masih merasakan bahwa satu kalimat darimu, bahkan hanya melihat namamu muncul saja, bisa menjadi penyemangat untukku.

Aku mungkin masih berharap, kadang-kadang. Tapi, aku bingung.

Masih bolehkah aku berharap?

Mungkin bukan berharap kita akan bersama sebagai pasangan, tapi sesederhana menjadi sahabat dekat dan penyemangat satu sama lain.


12.10.16


ps. this was written at one of my most confusing, mellow times in my love life..
probably you ever felt the same or been in similar story?

Comments

Popular posts from this blog

What makes a relationship works? (1)

I'm sorry I love you